membaca al quran

 

Membaca dan mengkhatamkan Alquran menjadi barokah bagi usia dan kehidupan (QS. Shaad (38) : 29). Melainkan Karena aktivitas jangankan membaca, merabanya saja luput dari perhatian. Tidak heran sekiranya serasa waktu cepat berlalu, getar penyesalanpun tiba.

Penyesalan memang tempatnya kerap kali di akhir, sebab apabila di depan itu namanya registrasi. Sekarang mujur hidayah itu hadir dikala kita membaca artikel ini, dalam format niat dan kesadaran. Akhir segalanya bahkan hilang sengaja sembunyikan kalimat “akhir segalanya ditunda”.

Saya giat betul untuk tidak stop mengaji dan  menelaah al-Qur’an. Ilmu yang tersimpan di dalamnya bagai laut tidak bertepi, luas dan dalam menaruh khazanah yang terlalu berharga untuk diangkakan. Belajar Al Quran dapat dilakukan dengan mendatangkan guru ngaji privat.

Tidak Cuma seputar bagaimana relasi kita dengan Allah namun juga bagaimana relasi kita dengan makhluk Allah. Malahan tidak Cuma seputar alam kubur dan alam akhirat, namun pula seputar alam ruh, alam rahim dan alam dunia. Komplit sekali, bukan?

 

Apakah tiap-tiap pembaca al-Qur’an menemukan kandungan al-Qur’an, mendulang skor-nilainya dan menikmati kenikmatan yang disuguhkan al-Qur’an?

Tentu saja tak. Aku sependapat dengan dawuh Imam Zarkasyi yang mengungkapkan, “Barangsiapa tak mempunyai ilmu, pemahaman, ketakwaan dan perenungan, karenanya ia tidak akan menemukan seauatu berupa kelezatan (kenikmatan) al-Qur’an.”

 

Terbukti, untuk menikmati nikmatnya al-Qur’an diperlukan ilmu, bagus ilmu yang terkait seketika dengannya yang disebut dengan ‘uluum al-Qur’an (ilmu-ilmu al-Qur’an) ataupun ilmu pensupport seperti ilmu alam, sosial dan lainnya. Sudahkah kita memilikinya? Lebih dari itu, diperlukan pula pemahaman dan tadabbur atau perenungan. Sebagai pedoman, jangan cuma dibaca namun juga direnungkan.

Tidak keok pentingnya yaitu perapihan hati dikala mengaji dan mengkaji al-Qur’an. Niatkan untuk meningkatkan ketakwaan, maksudkan untuk memupuk cinta terhadap Allah, dan tujukan sebagai sebuah wujud ketaatan. Dijamin akan kian rekatlah kita dengan al-Qur’an, kian tidak sanggup diri kita menjauh darinya. Salam perenungan